Prestasi Mahasiswa

OSN PERTAMINA

Sebanyak 2 orang mahasiswa dari Prodi Manajemen Rekayasa mengirimkan perwakilan mahasiswanya untuk mengikuti kompetisi Olimpiade Sains Nasional Pertamina yang diselenggarakan oleh PERTAMINA dan didukung oleh Perguruan Tinggi di seluruh provinsi di Indonesia. Mahasiswa tersebut ialah Asido Situmorang yang mengikuti olimpiade di bidang Fisika dan Rini Hutahaean di bidang Kimia. Mereka masing masing berhasil menjadi finalis sampai di Tingkat Nasional.

Undergraduate Exchange Program

Marselo Hamonangan Sitorus sebagai salah satu mahasiswa Manajemen Rekayasa berhasil lulus dalam  Undergraduate Exchange Program atau program pertukaran mahasiswa yang disponsori oleh AMINEF dan World Learning. Program ini dibiayai langsung oleh Department of State, Cultural and Educational Affairs. Perguruan tinggi yang akan dijalani adalah Minessota State University, Mankato dengan rencana keberangkatan selama kurang lebih 5 bulan.

Program Hibah Bina Desa (Maret 2016)

Sebanyak lima orang mahasiswa Manajemen Rekayasa angkatan 2014 yakni Devi Napitupulu, Ruth Napitupulu, Marcelina Sianipar, Debora Hutagalung, Talenta Pangaribuan telah berhasil lolos dalam kompetisi Program Hibah Bina Desa yang diselenggarakan pada bulan Maret 2016. Ide yang mereka ajukan yakni menjual brownies yang dinamakan Bocav (brownies cassava) dengan bahan dasar ampas tapioka yang bahan bakunya sangat murah dan mudah didapatkan, maka diharapkan perekonomian masyarakat Desa Pintubosi dapat meningkat.

Mereka menerima dana  oleh DIKTI untuk selanjutnya dihibahkan ke Desa Pintubosi dalam bentuk barang dan bahan serta keperluan lain untuk membuat Bocav. Bocav tersebut masih diproduksi hingga saat ini dan harapan selanjutnya yaitu meningkatkan packaging produk untuk lebih menarik perhatian konsumen.

Program Kreativitas Mahasiswa (November 2016)

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan oleh DIKTI pada bulan November 2016 telah berhasil meloloskan empat orang mahasiswa Manajemen Rekayasa 2014 yakni Natalia Ussy, Sri Nadapdap, Molda Sitorus, Selvina Manurung berkat ide mereka tentang bagaimana menginovasi bahan baku yang melimpah di sekitaran Tobasa yakni jantung pisang untuk memperoleh keuntungan dengan mengubahnya menjadi bubuk minuman sehat dan bergizi. Bubuk minuman tersebut dinamakan BanBomDer (Banana Blossom Powder).

Mereka menerima dana oleh DIKTI. Dana tersebut digunakan untuk memproduksi BanBomDer dalam skala kecil. Harapannya BanBomDer dapat segera diproduksi dalam skala lebih besar untuk selanjutnya dapat dipasarkan secara meluas di dalam negeri.